RSS

NASA: Dua Asteroid Lewati Bumi Pada 8 September


Antara - Rabu, 8 September

Washington (ANTARA/Xinhua-OANA) - Dua asteroid melewati dalam jarak bulan dari Bumi pada Rabu, namun tidak akan menghantam bumi, kata Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) Selasa.

Survei Catalina Sky kini berada dekat Tucson, Arizona menemukan kedua obyek itu pada Ahad lalu.
Pusat Planet Kecil di Cambridge, Massachussets, meninjau kembali observasi mereka dan memutuskan orbit-orbit awal.

Petugas Pusat Planet menyimpulkan kedua benda itu akan melewati dalam jarak antara bulan dan bumi, sekitar 240.000 mil.

Asteroid tersebut bisa dilihat dengan teleskop amatir berukuran moderat.

Menurut NASA, asteroid 2010 RX30 itu diperkirakan berukuran 32 sampai 65 kaki dan akan melewati dalam kisaran 154.000 mil dari Bumi pada pukul 05:51 waktu Washington Rabu.

Obyek kedua, 2010 RF12, diperkirakan berukuran 20 sampai 46 kaki dan akan melewati dalam kisaran 49.000 mil pada pukul 17:12 waktu setempat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pamela Anderson Suka Menggoda Pria Inggris


Editor KapanLagi.com, Hollywood - Sel Sep 07, 2010 22:13 WIT

Meski tak pernah menjalin hubungan terlalu lama dengan pria asal Inggris namun Pamela Anderson ternyata lebih suka menggoda pria Inggris ketimbang pria dari negeri lain. Mungkin karena jarak yang jauh pula Pamela tak pernah bisa berhubungan lama dengan pria Inggris. 

"Seharusnya saya lebih sering ketemu pria Inggris. Saya punya beberapa teman Inggris yang bisa digoda, meskipun saya tinggal terlalu jauh dari mereka dan tak bisa menjalin hubungan yang lebih spesial," ujar Pamela seperti dikutip dari Splash News. Sejak bercerai dari Tommy Lee, Pamela memang termasuk jarang berhubungan dengan pria.

"Saya menahan diri dan jadi pilih-pilih karena saya saat ini lebih konsentrasi merawat anak-anak saya. Semua pasti ada waktunya tapi yang pasti saat ini saya masih sibuk dengan anak-anak saya," lanjut Pamela Anderson yang kini memiliki dua orang anak, Brandon dan Dylan, dari Tommy Lee. 

Beberapa waktu yang lalu Pamela Anderson memang sempat menjalin hubungan asmara dengan seorang pria namun sepertinya hubungan itu tak berjalan lancar dan aktris berusia 43 tahun ini akhirnya harus sendiri lagi. (spl/roc)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Izin Pendakian Gunung Lawu Diperketat


SEMARANG, SELASA — Pemberian izin dan pengawasan pendakian ke Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, saat ini diperketat pemkab setempat sehubungan dengan cuaca yang kurang bersahabat yang terjadi akhir-akhir ini.
  
Karena hujan lebat dan angin ribut yang sering terjadi belakangan ini, Pemkab Karanganyar memperketat pemberian izin dan pengawasan bagi pendaki yang mendaki ke Gunung Lawu. Hal ini dikatakan Kepala Kantor Informasi dan Komunikasi (KIK) Kabupaten Karanganyar Iskandar ketika dihubungi dari Semarang, Selasa (3/2). "Pengetatan pengawasan bagi pendaki pada musim hujan dimaksudkan untuk menghindari musibah kecelakaan, dan yang lainnya," katanya.
  
Menurut dia, pengetatan juga dilakukan saat musim kemarau dengan tujuan  mencegah terjadinya kebakaran di kawasan hutan di gunung itu. Selain itu, katanya, para pendaki juga diharapkan mengikuti aturan dan selalu berhati-hati saat melakukan pendakian. "Jangan sembarangan membuang puntung rokok atau membakar rumput atau ilalang. Ini bisa berbahaya karena dapat menimbulkan kebakaran," katanya menjelaskan.
  
Pengawasan jalur pendakian dilakukan Kantor Kesbanglinmas Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan Perhutani Lawu Utara, Lembaga Masyarakat Desa Hutan dan Anak Gunung Lawu, organisasi pencinta alam kabupaten setempat.
  
Para pendaki akan didata secara rinci dan ketat oleh petugas pengawas di pos masuk gunung ini. "Mereka akan selalu diingatkan oleh petugas agar berhati-hati dalam pendakian dan dilarang membuang puntung rokok secara sembarangan. Sebelum dibuang api pada rokok harus benar-benar sudah dimatikan dan tidak diperbolehkan membakar rumput atau akar kering lainnya di kawasan gunung ini," katanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Lima Nelayan Indonesia Mungkin Segera Dibebaskan


Jakarta (ANTARA) - Lima nelayan Indonesia yang ditangkap petugas Malaysia pada 3 September 2010 kemungkinan akan segera dibebaskan.

"Tim (Kiara, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Konjen RI di Penang) yakin bahwa dalam kasus ini kelima nelayan kita tidak akan dilanjutkan proses hukumnya," kata Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara), M Riza Damanik, melalui pesan elektroniknya dari Penang, Malaysia, Rabu.

Riza Damanik mengatakan ia meyakini bahwa untuk kasus lima nelayan Indonesia yang tertangkap pada 3 September 2010 tersebut proses hukumnya tidak patut dilanjutkan, karena penangkapan terjadi pada jarak 30-40 mil laut dari arah Malaysia, atau dapat dikatakan bukanlah laut teritorial Malaysia, tapi laut ZEE Indonesia.

Sehingga penahanan dan penangkapan tidak dibenarkan, ujar Riza.

Alasan kedua, katanya, yakni posisi kapal saat ditemukan sedang dalam keadaan bocor, dan sedang mencari bantuan. Sesuai Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS 1982) maka negara atau kapal terdekat berkewajiban untuk memberikan bantuan maksimal untuk menyelamatkan para nelayan.

"Saya menilai dengan dua alasan tersebut maka besar kemungkinan kelima nelayan akan dibebaskan. Konjen juga telah menggunakan alasan nomor dua sebagai argumentasi suratnya ke pejabat marin Malaysia. Atas dasar itu, Insya Allah, besok mereka sudah dapat menghirup udara bebas, sembari menunggu proses pemulangan ke Indonesia," kata Riza.

Rencananya tim dari Indonesia didampingi Konjen RI untuk Penang Chilman Arisman, Rabu siang, akan bertemu dengan enam nelayan Indonesia yang sudah ditahan terlebih dahulu dan lima nelayan yang baru ditangkap pada 5 September lalu.

Keenam nelayan Indonesia yang telah ditahan lebih dulu ditangkap petugas marin Malaysia pada 9 Juli 2010. Proses hukum keenamnya telas diputus pengadilan Malaysia 9 Agustus 2010, dan kini sedang menjalani masa tahanan, di mana satu diantaranya dihukum enam bulan kurungan dan lima lainnya dihukum empat bulan kurungan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Terima Kasih Islam


Oleh: Al Andang L Binawan*

KOMPAS.com — Kalau orang Indonesia mengucapkan terima kasih, secara eksplisit memang mengatakan bahwa dia telah menerima kasih, entah besar entah kecil, dari rekan bicaranya.

Demikian pula kalau saya ucapkan terima kasih kepada Islam, secara sadar saya sampaikan bahwa saya, sebagai non-Muslim, telah menerima kasih dari Islam di tengah bangsa Indonesia ini.

Kasih itu lebih dari sekadar pemberian. Kasih itu menghidupkan karena ada tiga unsur penting di dalamnya, yaitu penghargaan, penerimaan, dan pengakuan. Penghargaan terkait dengan apresiasi terhadap kelebihan seseorang. Penerimaan lebih terkait dengan kekurangan yang ada. Sementara itu, pengakuan bukan sekadar recognition, melainkan sebuah peng-aku-an, kesempatan untuk sungguh menjadi ”aku”, menjadi pribadi dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Bisa dikatakan bahwa kalau dua unsur pertama berada dalam dimensi ruang, unsur ketiga itu menempatkan dua unsur pertama dalam dimensi waktu. Ada proses di dalamnya.

Kasih Islam

Warga Indonesia sudah sepantasnya berterima kasih kepada Islam. Dalam pengalaman hidup di Indonesia ini, harus diakui bahwa kasih Islam itu pulalah yang telah berperan besar membentuk bangsa ini. Ada banyak alasan, tetapi dalam tulisan singkat ini, hanya beberapa hal yang bisa disebutkan.

Alasan berterima kasih kepada Islam yang pertama tentu saja karena dalam sejarah bangsa ini, Islam tampak menghargai atau mengapresiasi peran elemen masyarakat lain dalam membangun negeri.

Islam menghargai kebhinekaan. Karya-karya sosial dari agama lain, setidaknya yang dialami gereja Katolik, diberi tempat yang layak. Pun, warga non-Muslim yang berpotensi sangat diapresiasi.

Kedua, Islam pun telah menunjukkan toleransi yang besar pada keberagaman. Perlu diingat, toleransi bermakna menanggung kekurangan orang lain. Ini sejajar dengan pengalaman diterimanya agama-agama lain hidup berdampingan dengan Islam.

Meski dalam beberapa hal tidak sama dengan ajaran Islam, keberadaan agama-agama lain diterima di Indonesia, negara dengan jumlah umat Muslim terbesar di dunia.

Bahkan, Islam di Indonesia mau mengorbankan cita-cita menjadikan negeri ini negeri Islam dengan menerima Pancasila. Selanjutnya, dalam kehidupan sehari-hari pun tidak sedikit yang masih mau memberi ucapan pada hari raya kami.

Pengalaman panjang hidup di tengah umat Muslim di Indonesia, dengan penghargaan dan penerimaan itu, membuat kami yang bukan pemeluk Islam sungguh merasa menjadi bagian dari Indonesia.

Sebagai umat Katolik, saya merasa tidak didiskriminasi dan mampu mengaktualisasikan semboyan kami: seratus persen Katolik, seratus persen Indonesia.

Kami sungguh menjadi Katolik dan sekaligus sungguh menjadi warga Indonesia. (Tidak ada niat tersembunyi di balik semboyan itu untuk seratus persen meng-katolik-kan Indonesia.) Itulah pengalaman kami di-aku-i. Itu pulalah alasan ketiga kami berterima kasih kepada Islam di Indonesia.

Memang, dalam proses berinteraksi selama ini, kadang terjadi salah paham atau gesekan. Pengalaman itu terasa menyakitkan meski tetap bisa dipandang sebagai sebuah risiko dari suatu proses pendewasaan bersama. Kami, atau setidaknya saya, tetap berusaha mensyukurinya. Bagaimanapun, kasih tidak selalu berasa manis.

Kasih yang fitri

Pengalaman nyata hidup di tengah umat Muslim di bumi Indonesia tadi, setidaknya sampai hari ini, menjadi bukti bahwa pada dasarnya Islam, seperti yang sering saya dengar, adalah rahmatan lil’alamin, rahmat untuk semesta alam. Kalau kami merasa di-aku-i, itu karena kami merasa sungguh hidup. Islam telah menjadi rahmat, menjadi rohima, sebagai kasih yang menghidupkan.

Untuk perjalanan bangsa ke depan, tentu saja kami tetap berharap bahwa jiwa Islam sebagai rahmatan lil’alamin tetap dapat diwujudkan supaya bangsa yang sangat beragam ini tetap dapat hidup damai berdampingan.

Memang, harus diakui, harapan ini disampaikan di tengah sedikit kekhawatiran bahwa rahmat yang selama ini kami rasakan menjadi pudar.

Pernyataan Din Syamsuddin, Ketua Presidium Inter Religious Council yang adalah juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, bahwa kerukunan beragama sekarang ini cenderung menurun terkait dengan penghalangan oleh sebagian umat pada umat beragama lain dalam beribadat (Kompas, 28/8/2010) mencerminkan juga kekhawatiran kami.

Memang, pernyataan itu juga didasari oleh kekerasan yang dialami oleh sebagian jemaat non-Muslim, yang sebagian terjadi atas nama Islam. Karena itu, pada hari yang sangat istimewa bagi Islam ini, kami—selain mengucapkan selamat Idul Fitri dan sekaligus mengucapkan banyak terima kasih kepada Islam dan umatnya—tetap berharap bahwa jiwa Islam sebagai agama yang memberi kehidupan tetap dapat terus diwujudkan, bukan hanya untuk umatnya, melainkan juga untuk seluruh isi semesta alam.

Konkretnya, untuk Indonesia, wujud Islam sebagai rahmatan lil’alamin yang kami harapkan adalah Islam seperti yang pernah kami alami, Islam yang ramah. Dalam Islam yang penuh toleransi dan mau duduk bersama untuk berunding, kami merasa dihargai, diterima, dan diakui.

Di situlah kami merasa hidup. Di situlah kami mengalami Islam sebagai rahim kasih sayang. Semoga, selepas Idul Fitri, kasih Islam di tengah bangsa ini bisa makin mewujud dan menghidupkan.

Selamat Idul Fitri! Berkah Allah selalu melimpah.

*Al Andang L Binawan, Pengajar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pengikut Naqsabandiyah Padang Lebaran Besok

Liputan 6 - Rabu, 8 September

Liputan6.com, Padang: Ribuan pengikut tarikat Naqsabandiyah di Padang, Sumatra Barat, melaksanakan Idulfitri Rabu besok. Dan, Selasa (7/8) malam, mereka menggelar takbiran, menutup puasa yang sudah dilakukan selama 30 hari.

Di hari terakhir, pengikut tarikat Naqsabandiyah menghadiri buka puasa bersama di Surau Baitul Makmur Pauh Padang. Dengan buka puasa ini, mereka sudah menyelesaikan ritual puasa selama sebulan penuh.

Besok pagi, mereka akan melaksanakan Salat Id di surau tersebut. Pengikut tarikat Naqsabandiyah berlebaran lebih cepat daripada yang ditetapkan pemerintah karena mereka lebih dahulu menunaikan puasa.

Menurut Imam Surau Baitul Makmur Syafri Malin Mudo, perhitungan Lebaran besok sesuai dengan hisab Munjid yang dipercayai. Hal ini berdasarkan hari sejak mereka berpuasa pertama pada tahun silam. Selain di Sumbar, pengikut Naqsabandiyah di Riau dan Jambi diperkirakan juga akan berlebaran Rabu besok.(ULF)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Periksa Mobil Sebelum Mudik


Periksa Mobil Sebelum Mudik

Liputan6.com, Jakarta: Lebaran tinggal hitungan jari lagi. Jika Anda akan mudik sudahkah kendaraannya dipersiapkan Sebelum bepergian pastikan kondisi mobil keluarga Anda sehat. Tak ada salahnya jika kondisi mobil diperiksa lagi sebelum melakukan perjalanan mudik.

Pertama periksa air radiator supaya mesin tidak gampang panas. Air harus sesuai dengan ukuran tidak boleh melewati garis maksimal. Jika mesin masih panas kemungkinan water pumpnya rusak sehingga kipasnya tak berfugnsi. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ekstra fan. Alat ini bisa mempengaruhi kerja mesin.(IAN)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS